Hagiwara Shuzo Menyelesaikan Seri Sake LOVE, SKY, FOREST dengan Edisi Tong Kayu Terbatas “FOREST Rooted Light -The First Batch-"

Diterbitkan: 18 Maret 2026
Hagiwara Shuzo Menyelesaikan Seri Sake LOVE, SKY, FOREST dengan Edisi Tong Kayu Terbatas “FOREST Rooted Light -The First Batch-"

Hagiwara Shuzo, satu-satunya pabrik sake di Sakai-machi, Prefektur Ibaraki, telah melengkapi seri baru “LOVE, SKY, FOREST” dengan rilis pada 17 Maret FOREST Rooted Light -The First Batch-, sake edisi terbatas yang diseduh menggunakan tong kayu yang baru diperkenalkan (fermentasi tong kayu).

Membuat Sake Lebih Mudah Dipilih

Dalam beberapa tahun terakhir, sake telah mendapatkan pengakuan di luar negeri, namun masih terasa mengintimidasi — terutama bagi peminum yang lebih muda yang tidak terbiasa dengan terminologi teknis. Hagiwara Shuzo berangkat untuk mengubahnya dengan berbicara tentang suasana hati dan momen daripada spesifikasinya. Seri “LOVE, SKY, FOREST” yang dihasilkan membingkai setiap botol di sekitar perasaan atau adegan: malam sendirian, pertemuan dengan teman, momen yang dikelilingi oleh alam.

Tiga Seri, Tiga Kepribadian

Setelah peluncuran seri SKY pertama “#Imasora” pada bulan Januari dan peluncuran seri LOVE pertama “First Love” pada bulan Februari, debut seri FOREST tiba pada 17 Maret.

  • LOVE — Bertujuan untuk membangkitkan perasaan pahit manis cinta pertama, dengan aroma buah dan keseimbangan asam manis yang lembut. Rendah alkohol, cocok untuk pendatang baru sake dan menjadikannya hadiah sehari-hari yang bijaksana.
  • SKY — Dirancang untuk pertemuan dan pesta di luar ruangan, sake yang sedikit berkilau ini memanfaatkan gaya aktif-alami dan berkilau untuk menarik penggemar bir kerajinan dan koktail asam.
  • FOREST — Difermentasi dalam tong kayu tradisional (ki-oke), seri ini berfokus pada kedalaman, ritme fermentasi, dan rasa hormat terhadap alam dan kerajinan manusia.

FOREST: Tenang, Hati-hati, Dalam

Seri FOREST memanfaatkan fermentasi tong kayu dan metode tradisional seperti kimoto dan yamahai untuk menghasilkan sake dengan rasa berlapis. Tujuannya adalah untuk terhubung kembali dengan asal-usul pembuatan sake sambil menghormati perjalanan waktu dan misteri fermentasi.

FOREST Rooted Light -The First Batch-

Harga: ¥2.970 (termasuk pajak) — Sebagian dari penjualan seri FOREST disumbangkan ke “Dana Hijau” Asosiasi Kehutanan Ibaraki.

Seberkas cahaya jatuh melalui hutan.

Tanah, air, mikroorganisme, waktu.

Menyerah pada cara kerja alam,
diseduh perlahan, berakar.

Seri FOREST Hagiwara adalah sake tong kayu yang berakar di tanah ini, menjangkau masa depan.

Batch Pertama perdana berjudul “Rooted Light.”

Nikmati saat ini, dan biarkan setiap gelas semakin dalam dengan tenang seiring waktu.

Ter sedia untuk dibeli di toko online Hagiwara Shuzo.

SKY: Cerah dan Aktif

SKY Rilis Pertama — “#Imasora”

Harga: ¥2.200 (termasuk pajak)

Hari ketika Anda merasakan angin sepoi-sepoi.
Sore hari ketika Anda ingin melihat ke langit biru.

Seri SKY Hagiwara adalah sake yang mengikuti kecepatan keringanan semacam itu.

Rilis pertama adalah “#Imasora” (berarti “langit saat ini”).
Asal usul SKY, dan langit di atas Hagiwara hari ini.
Seteguk berkilau untuk membebaskan Anda dengan lembut.

Ter sedia untuk dibeli di toko online Hagiwara Shuzo.

LOVE: Manis, Asam, Ringan

Seri LOVE mengambil “kenangan pahit manis” semua orang sebagai temanya, menyeimbangkan aroma buah dengan keasaman asam manis yang lembut.

LOVE Rilis Pertama — “First Love”

Harga: ¥2.200 (termasuk pajak)

Rasa yang Anda sukai untuk pertama kalinya.
Senyum yang dibagikan dengan seseorang, saat hati terurai.

Seri LOVE Hagiwara mengusulkan kembali “rasa manis” dari ingatan melalui sake.

Rilis pertama adalah “First Love.”
Sensasi pahit manis yang tertinggal — sekali lagi.
Segelas untuk hati untuk jatuh cinta, di penghujung hari.

Ter sedia untuk dibeli di toko online Hagiwara Shuzo.


Hagiwara Shuzo didirikan pada tahun 1855 (Ansei 2) dan terus membuat sake dengan tangan, menggunakan air dan beras lokal. Pembuat bir generasi ketujuh, Yasuhisa Hagiwara, memperoleh sertifikasi “Hitachi Toji” yang diakui oleh Prefektur Ibaraki pada tahun 2024 — hanya orang kesepuluh di prefektur yang melakukannya.