Asakusa, Kuramae, Oshiage × Festival & Acara

Temukan pengalaman Festival & Acara yang menakjubkan di areas.Asakusa, Kuramae, Oshiage

Menampilkan 2 pengalaman
Pelayaran Yakatabune Premium Kembang Api Sungai Sumida
Approx. 7 hours

Pelayaran Yakatabune Premium Kembang Api Sungai Sumida

Saksikan Festival Kembang Api Sungai Sumida yang spektakuler dari tempat premium di atas air dengan yakatabune tradisional (rumah perahu ala Jepang). Alih-alih berdesakan dengan kerumunan besar di tepi sungai, nikmati pemandangan barisan depan eksklusif dari sekitar 20.000 kembang api yang menerangi langit malam Tokyo sambil berlayar di Sungai Sumida. Pelayaran yakatabune premium ini menawarkan malam musim panas yang tak terlupakan di Tokyo, menggabungkan yang terbaik dari tradisi Jepang: hidangan set Jepang tradisional (washoku-zen) atau makan malam shokado bento, shamisen dan hiburan lainnya, dan tentu saja, pertunjukan kembang api yang menakjubkan yang telah menjadi tradisi musim panas Tokyo sejak 1733. ◆ Hal yang Dapat Diharapkan ◇ Detail Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026 Waktu: 14:30 hingga 21:30 *Waktu dapat berubah. Harap berkumpul di lokasi keberangkatan sekitar pukul 14:30. (Lokasi keberangkatan saat ini belum ditentukan dan akan diumumkan kepada reservasi yang telah dikonfirmasi.) Satu set hidangan Jepang tradisional (washoku-zen) atau makan malam shokado bento akan disediakan di atas kapal. Detail makanan juga akan dikonfirmasi setelah operator perahu diputuskan. ◆ Tentang Festival Kembang Api Sungai Sumida Festival Kembang Api Sungai Sumida (Sumidagawa Hanabi Taikai) adalah salah satu acara musim panas paling ikonik di Tokyo dan salah satu festival kembang api tertua di Jepang, dengan asal-usul sejak tahun 1733 selama periode Edo. Diadakan setiap tahun pada akhir Juli di sepanjang Sungai Sumida, festival ini meluncurkan sekitar 20.000 kembang api dari dua lokasi, menarik hampir satu juta penonton. Festival ini terkenal dengan Kompetisi Kembang Api (Hanabi Concours), di mana ahli piroteknik terbaik dari seluruh Jepang memamerkan kreasi mereka yang paling inovatif dan artistik. ◆ Tentang Yakatabune Yakatabune adalah perahu pesiar tradisional Jepang dengan sejarah yang kaya sejak periode Heian (794-1185). Perahu kayu elegan ini memiliki interior tikar tatami, menawarkan cara unik Jepang untuk menikmati jalur air Tokyo. Makan dan berlayar di atas yakatabune adalah tradisi budaya yang dicintai yang memberi Anda sekilas tentang kegiatan rekreasi Jepang bersejarah. ![](https://assets.hldycdn.com/56254524-fada-4d71-9ba8-613fa26eee3b.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/ece04dd9-a5e8-4d47-94b1-cf83f1dc0d26.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/44ed0b20-6101-4fc4-b71d-443ed4e7f4ae.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/ca277831-b64b-4d4f-9740-f5d9e0042975.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/94fb3d1a-847d-4e94-92de-b13a02c47ae7.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/0c77ac63-7ed9-4e8c-abfb-a3fc039f2f59.jpg) ![](https://assets.hldycdn.com/7f88031a-61bd-4cc9-893e-8cfe3ee164d4.jpg) ## Termasuk - Tiket pelayaran perahu Yakatabune (menonton Festival Kembang Api Sungai Sumida) - Shamisen dan hiburan lainnya di atas kapal - Pemandu berbahasa Inggris ## Tidak Termasuk - Transportasi ke dan dari dermaga - Pengeluaran pribadi dan tip ## Titik Pertemuan Lokasi keberangkatan saat ini belum ditentukan, dengan lokasi yang direncanakan termasuk Shinagawa, Hinode, Ariake, dan Nakanoshima. Lokasi pasti akan dikonfirmasi setelah operator perahu diputuskan, dan reservasi yang dikonfirmasi akan diberitahukan. Harap tiba setidaknya 15 menit sebelum waktu pertemuan. ## Catatan Penting - Pelayaran ini beroperasi saat hujan atau cerah. Pembatalan karena cuaca hanya terjadi dalam kondisi ekstrem (misalnya, topan). - Sepatu harus dilepas di atas kapal (penyimpanan sepatu disediakan). - Tempat duduk bersifat bersama; meja dapat dibagi dengan tamu lain. - Keterlambatan kedatangan akan dianggap sebagai tidak hadir dan tidak dapat dikembalikan. Harap tiba tepat waktu. - Tidak disarankan untuk wisatawan hamil, wisatawan dengan masalah punggung atau mobilitas yang serius, atau pengguna kursi roda (perahu tidak dapat diakses kursi roda). - Anak-anak di bawah 3 tahun tidak diterima. - Jika festival kembang api dibatalkan sebelum keberangkatan, Anda akan ditawari pengembalian dana penuh atau tanggal alternatif. Jika kembang api dibatalkan setelah perahu berangkat, pelayaran berlanjut sebagai pelayaran makan malam dan tidak ada pengembalian dana yang diberikan.

Asakusa, Kuramae, Oshiage Festivals & Events Fireworks Seasonal Experience Food & Drinks
¥100000~
Turnamen Sumo Agung Tokyo

Turnamen Sumo Agung Tokyo

◆ Pengantar Acara Turnamen Sumo Agung Tokyo (honbasho) adalah salah satu acara olahraga paling ikonis dan signifikan secara budaya di Jepang. Dari enam turnamen tahunan yang diadakan di seluruh Jepang, tiga di antaranya berlangsung di arena Ryogoku Kokugikan yang legendaris di distrik Sumida, Tokyo, menampilkan seni gulat sumo kuno pada level tertinggi. Setiap turnamen berlangsung selama 15 hari berturut-turut, menampilkan ratusan pertandingan dari divisi bawah di pagi hari hingga pertandingan divisi elit makuuchi di sore hari. Suasananya menggabungkan kompetisi atletik yang intens dengan ritual Shinto berusia berabad-abad, menjadikannya tontonan yang benar-benar unik. ◆ Latar Belakang Sejarah Sumo diyakini memiliki sejarah setidaknya 1.500 tahun di Jepang. Catatan kuno seperti Kojiki dan Nihon Shoki memuat mitos tentang pertandingan sumo antara para dewa. Selama periode Nara dan Heian (abad ke-8 hingga ke-12), sumo diadakan di istana kekaisaran sebagai bagian dari upacara resmi. Pada periode Edo (1603 hingga 1868), sumo berkembang menjadi bentuk hiburan urban yang dicintai oleh rakyat di Edo (sekarang Tokyo). Pegulat profesional mulai berorganisasi, dan banyak elemen ritual yang dapat dikenali saat ini, termasuk upacara memasuki ring, kostum tradisional wasit, dan pemurnian dengan melempar garam, ditetapkan selama era ini. Sistem saat ini yang terdiri dari enam turnamen tahunan (masing-masing berlangsung selama 15 hari) ditetapkan pada era pascaperang dan dikelola oleh Asosiasi Sumo Jepang. Tiga dari enam turnamen ini diadakan di Tokyo, dengan tiga turnamen lainnya diadakan di Osaka (Maret), Nagoya (Juli), dan Fukuoka (November). ◆ Jadwal Turnamen Tokyo 📅 Turnamen Januari (Hatsu Basho / Turnamen Tahun Baru) Diadakan selama 15 hari di pertengahan Januari, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua bulan itu. Turnamen ini menandai dimulainya tahun kalender sumo dan merupakan salah satu acara yang paling dinanti. 📅 Turnamen Mei (Natsu Basho / Turnamen Musim Panas) Diadakan selama 15 hari di pertengahan Mei, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua atau ketiga bulan itu. Turnamen musim panas menghadirkan kompetisi yang menarik saat para pegulat berusaha membangun momentum untuk tahun ini. 📅 Turnamen September (Aki Basho / Turnamen Musim Gugur) Diadakan selama 15 hari di pertengahan September, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua bulan itu. Turnamen musim gugur adalah honbasho Tokyo terakhir tahun ini. ◆ Jadwal Harian Pertandingan dimulai pada larut pagi dengan pertandingan dari divisi bawah (jonokuchi, jonidan, sandanme, dan makushita). Pertandingan juryo (divisi tertinggi kedua) berlangsung di tengah sore, diikuti oleh pertandingan makuuchi (divisi teratas) yang sangat dinanti di sore hari. Pertandingan terakhir hari itu, yang dikenal sebagai musubi no ichiban, biasanya berakhir sekitar pukul 18:00. Hari terakhir setiap turnamen, yang disebut senshuraku, adalah kesimpulan klimaks di mana juara turnamen (yusho) diputuskan dan dianugerahi Piala Kaisar yang bergengsi bersama dengan berbagai hadiah dan trofi lainnya. ◆ Tempat: Ryogoku Kokugikan 📍 Lokasi: 1-3-28 Yokoami, Sumida, Tokyo 🚃 Akses: 1 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Ryogoku (Pintu Keluar Barat), atau 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Toei Oedo Line Ryogoku (Pintu Keluar A3) Ryogoku Kokugikan, sering disebut Kokugikan (“Aula Olahraga Nasional”), adalah rumah spiritual sumo profesional. Arena dalam ruangan yang ikonis ini menampung lebih dari 10.000 penonton dan menampilkan dohyo (ring tanah liat) suci di tengahnya, dimahkotai oleh atap seperti kuil yang digantung (tsuriyane) yang melambangkan hubungan mendalam sumo dengan tradisi Shinto. Pilihan tempat duduk termasuk masu-seki tradisional (tempat duduk kotak) di dekat ring, tempat penonton duduk di atas bantal di kompartemen bergaya tatami yang intim, serta kursi di tingkat atas yang menawarkan pemandangan panorama arena. ◆ Apa yang Membuat Sumo Istimewa 🎌 Ritual Sakral Setiap aspek sumo sarat dengan tradisi Shinto. Pegulat melempar garam untuk memurnikan ring sebelum setiap pertandingan, melakukan hentakan seremonial (shiko) untuk mengusir roh jahat, dan berpartisipasi dalam upacara memasuki ring yang rumit (dohyo-iri). Upacara memasuki ring yokozuna (juara agung) adalah tampilan tradisi dan kekuatan yang sangat menakjubkan. 💪 Peringkat Pegulat sumo (rikishi) diberi peringkat dalam sistem hierarkis yang disebut banzuke. Puncak sumo adalah peringkat yokozuna, juara agung, gelar yang membawa prestise dan tanggung jawab yang sangat besar. Pegulat tinggal dan berlatih di kandang pelatihan komunal (heya), yang banyak di antaranya terletak di lingkungan Ryogoku. 🍲 Budaya Sumo di Ryogoku Area Ryogoku di sekitar Kokugikan kaya akan warisan sumo. Pengunjung dapat menjelajahi restoran chanko-nabe yang menyajikan rebusan hot pot yang lezat yang merupakan makanan pokok pegulat sumo, mengunjungi Museum Sumo di dalam arena, dan melihat rikishi berjalan melalui jalan-jalan lingkungan dengan pakaian tradisional mereka. ◆ Catatan Penting ⚠️ Halaman ini hanya untuk informasi acara. Untuk pertanyaan tentang turnamen, jangan ragu untuk menghubungi kami secara langsung. ⚠️ Arena bisa menjadi sangat ramai selama turnamen, terutama pada akhir pekan dan hari-hari terakhir. Rencanakan kunjungan Anda jauh-jauh hari. ⚠️ Aturan fotografi mungkin berlaku di dalam arena. Harap ikuti panduan tempat mengenai kamera dan perangkat perekam. ⚠️ Area Ryogoku menawarkan banyak pilihan tempat makan, tetapi restoran chanko-nabe yang populer dapat terisi dengan cepat selama periode turnamen. ![](https://assets.hldycdn.com/f779a839-425a-4641-97e6-1ea33b0bf7a3.jpg)

Asakusa, Kuramae, Oshiage Festivals & Events Japanese Culture